Liga Inggris – Manchester City tentu sangat menyesal dengan kekalahan 1-3 dari Liverpool di Anfield akhir pekan lalu. The Citizens sudah tampil sebaik mungkin, bahkan berani menyerang, tapi masih gagal menggulingkan sang tuan rumah.

Pelatih Manchester City, Josep Guardiola menurunkan formasi dengan pendekatan offensif seperti biasanya. Ada banyak peluang berbahaya yang tercipta, namun sayangnya penyelesaian akhir mereka kurang efektif.

Sayangnya, secerdik apa pun Guardiola, dia tidak bisa memungkiri masalah pertahanan Manchester City. Bek tengah Manchester City rapuh ditinggal Aymeric Laporte, kemudian Ederson Moraes mengalami cedera hanya beberapa hari sebelum pertandingan panas ini.

Absennya Ederson Moraes berdampak besar, Manchester City kebobolan tiga gol apik Liverpool. Guardiola menurunkan Claudio Bravo untuk menggantikan Ederson. Bravo bukanlah kiper buruk, namun masa-masa terbaiknya sudah lewat. Dia tidak bisa menyamai level Ederson.

Menurut analis Sky Sports, Paul Merson, gol pertama Liverpool diciptakan melalui tendangan jarak jauh Fabinho seharusnya bisa dicegah. Seandainya Ederson yang menjaga tiang gawang, gol itu mungkin tidak akan tercipta dan Manchester City bisa menahan gebrakan Liverpool.

Tidak hanya perihal menjaga gawang, Ederson Ederson Moraes pun membawa pengaruh pada permainan Liverpool. Dia adalah kiper yang berani membawa bola, berani terlibat dalam permainan.

“Apa yang tidak bisa dia lakukan? Dia adalah salah satu pemain dengan tendangan kaki kiri terbaik dalam sepak bola, dia bisa menendang bola jauh 50-60 meter, dia nyaman membawa bola,” lanjut Paul Merson.

Alhasil, Merson yakin hasil akhir dalam pertandingan tersebut bakal berbeda andaikata Ederson yang menjaga gawang. Manchester City mungkin tidak akan menelan kekalahan, atau justru mampu menang jika mengingat banyaknya peluang yang mereka sia-siakan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *