Cemerlang di klub tidak menjamin seorang pemain bisa bermain di Piala Dunia 2018. Hal tersebut dibuktikan oleh Paulo Dybala, yang selama ini merupakan andalan Juventus, namun sangat jarang dipanggil di tim nasional Argentina.

Paulo Dybala menjadi salah satu aktor keberhasilan Juventus dalam dua musim terakhir. Di musim ini, Dybala berhasil mencetak 21 gol dari 29 pertandingan di kompetisi Seri A, sehingga namanya semakin diidolakan oleh para Juventini.

Kemampuannya untuk mengolah bola sudah tidak perlu diragukan lagi dan disebut sudah berada di levek sang legenda Juventus, Alessandro Del Piero. Nomor punggung 10, yang menjadi nomor punggung keramat bagi Del Piero pun disematkan Juve kepada pemain berusia 24 tahun tersebut.

Meski begitu, peran kunci di klub itu tak membuat Dybala mendapatkan tempat di squad Argentina. Di skuad berjulukan La Albiceleste tersebut, Dybala masih terpinggirkan. Bermain sebanyak 12 kali, ia belum pernah mencetak gol sekalipun.

Tak heran bila pelatih Argentina, Jorge Sampaoli, tidak bersedia memasukkan nama Dybala ke dalam timnya di dua pertandingan persahabatan untuk persiapan Piala Dunia 2018 kontra Italia dan Spanyol yang diselenggarakan bulan Maret lalu.

Dari segi permainan, Juventus dan Argentina sebenarnya punya skema permainan yang sama yakni 4-2-3-1. Dalam pola Juventus, Dybala bermain sebagai gelandang serang. Posisinya tepat berada di belakang, Gonzalo Higuain.

Masalah terbesar yang dialami oleh Dyabala tidak lain dan tidak bukan adalah Lionel Messi, bintang Barcelona yang merupakan sosok terpenting Argentina.

Ia memiliki posisi sama dengan Messi, sehingga saat membela Argentina harus mengalah dan dimainkan di posisi berbeda. Messi mengakui jika penyebab Dybala belum bisa tampil oke karena Juventus itu bermain di posisi yang sama dengannya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *